ibra's goal!

| 0 comments ]

HAK DAN KEWAJIBAN WAJIB PAJAK

Hak dan Kewajiban Wajib Pajak, apa saja sih sebenarnya? Memang sejak kapan kita dibebani hak dan kewajiban sebagai wajib pajak? Wajib Pajak sendiri menurut UU No 28 Tahun 2007, didefinisikan dalam Pasal 1 angka 1 sebagai orang pribadi atau badan, yang meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Bilamanakah seorang pribadi atau badan mempunyai hak dan kewajiban perpajakan, yaitu setelah memenuhi persyaratan subjektif dan objektifnya. Persyaratan subjektif dan persyaratan objektif tersebut diatur dalam UU PPh 1984.

Selanjutnya, hak dan kewajiban apa sajakah yang diatur dalam UU? Dalam UU No 28 Tahun 2007, hak dan kewajiban wajib pajak meliputi : (sebelum menuntut hak, kita musti penuhi kewajiban dulu dunk, setuju? J )

Kewajiban Wajib Pajak

Kewajiban yang harus dipenuhi oleh wajib pajak dalam UU tersebut,

  1. Mendaftarkan diri untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

    Kewajiban mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP (Pasal 2 ayat 1), wajib dilakukan setelah Wajib Pajak yang bersangkutan memenuhi persyaratan subjektif dan objektifnya, yang diatur dalam UU PPh 1984.

  2. Konsekuensi selanjutnya, dalam kaitannya dengan self assessment system, Wajib Pajak memiliki kewajiban untuk menghitung, memperhitungkan, membayar dan melaporkan pajaknya dengan benar.
  3. Kegiatan pelaporan dilakukan dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) dalam Batas Waktu yang Telah Ditentukan. (Pasal 3 ayat 1)
  4. Menyelenggarakan Pembukuan/Pencatatan sesuai Pasal 28.
  1. Dalam hal dilakukan Pemeriksaan, Wajib Pajak yang diperiksa wajib :
    1. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasarnya, dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh, kegiatan usaha, pekerjaan bebas Wajib Pajak, atau objek yang terutang pajak;
    2. memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang yang dipandang perlu dan memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan; dan/atau
    3. memberikan keterangan lain yang diperlukan.


       

Hak Wajib Pajak

Sedangkan hak-hak yang dimiliki oleh Wajib Pajak dalam penyelenggaraan kegiatan perpajakan, diantaranya :

  1. Wajib Pajak berhak mengajukan Keberatan dan Banding. (Pasal 25 s.d 27)
  2. Dalam hal terjadi kelebihan pembayaran pajak, Wajib Pajak berhak memintakan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. (Pasal 11)
  3. Mengajukan permohonan penghapusan atau pengurangan atas sanksi serta pengurangan atau pembatalan Surat Ketetapan dan/atau Surat Tagihan Pajak (STP) yang tidak benar.
  1. Memberikan kuasa kepada pihak lain untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya.

0 comments

Post a Comment